Fasilitas Layanan Teknologi

Jasa Teknologi Modifikasi Cuaca/Penyemaian Awan/Hujan Buatan

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BB-TMC) merupakan salah satu unit kerja di Kedeputian Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT yang mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan pengkajian dan penerapan Teknologi Modifkasi Cuaca dalam pengelolaan sumberdaya air di atmosfer.  

Balai Besar Teknologi Modifkasi Cuaca yang sebelumnya bernama Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan (UPT-HB) bermula dari gagasan Presiden Soeharto yang menginginkan dilaksanakannya kegiatan hujan buatan di Indonesia untuk memberikan dukungan kepada sektor pertanian di Indonesia, seperti halnya yang sudah dilaksanakan di Thailand. Gagasan tersebut direspon oleh Prof.Dr.Ing BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi dengan melakukan percobaan hujan buatan pada tahun 1977 di daerah Bogor, Sukabumi dan Solo, dibawah asistensi Prov. Devakul dari Royal Rainmaking Thailand.

BB-TMC didirikan pada tahun 1985, yang berfungsi untuk meningkatkan intensitas curah hujan, pengisian waduk irigasi teknis dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), mengantisipasi bencana penyimpangan iklim (kekeringan dan banjir). Hingga saat ini telah lebih dari 120 kali dilakukan pelayanan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk pengisian waduk, mengatasi kekeringan, menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Sesuai Perka BPPT Nomor 10 Thn 2015 (9 November 2015):

Tugas Pokok:

 Melaksanakan kegiatan pelayanan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

BB-TMC menyelenggarakan Fungsi:

1.Penyusunan program penerapan TMC untuk penambahan curah hujan, pengurangan curah hujan dan kegunaan lainnya
2.Penerapan TMC untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna modifikasi cuaca 
3.Pelayanan jasa TMC kepada instansi Pemerintah dan swasta
4.Pelaksanaan urusan ketatausahaan, perencanaan, keuangan, sumberdaya manusia, rumah tangga, dan pelaporannya.
 
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), yaitu usaha campur tangan manusia dalam pengendalian sumberdaya air di atmosfer untuk menambah curah hujan atau mengurangi intensitas curah hujan pada daerah tertentu untuk meminimalkan bencana alam yang disebabkan oleh iklim dan cuaca dengan memanfaatkan parameter cuaca.
 
Beberapa Aplikasi Teknologi Modifikasi Cuaca di Indonesia:

     - Menambah Curah Hujan

        Pengisian Waduk, kekeringan di daerah pertanian

     -  Mengurangi intensitas Curah Hujan

         Penanggulangan banjir, meminimalkan hujan di   daerah  pertambangan

         perkebunan tembakau dll

    -  Penipisan Asap Kebakaran Lahan dan Hutan

FASILITAS :

Fasilitas yang dimiliki:

  • Pesawat Casa 212-200
  • Pesawat Piper Cheyenne
  • Lab. Instrumentasi
  • Lab. Pemodelan
  • Lab. Bahan Semai
  • Ruang Monitor. Server
  • Lab. Perawatan Radar
  • Perpustakaan
  • Taman Meteorologi
  • Micro Rain Radar
  • Radiometer
  • Theodolit
  • Automatic Weather Station (AWS)
  • X-Band Doppler Mobile Radar
  • Drone
  • Ground Based Generator
  • Ground Mist Generator