Fasilitas Layanan Teknologi

Jasa Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika

Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika adalah salah satu unit kerja di Kedeputian Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi / Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) No. 071/M/Kp/VII/1998 tanggal 31 Juli 1998, tentang Organisasi dan tata Kerja UPT. BPPH.

Unit Pelaksana Teknis Balai  Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (UPT. BPPH), yang dulunya bernama Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI), merupakan salah satu bentuk gagasan yang dirintis oleh Menteri Negara Riset dan  Teknologi / Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Prof. DR. Ing. B.J Habibie pada tahun 1978. Dasar pemikiran pendirian laboratorium Hidrodinamika ini adalah untuk menunjang Industri Maritim nasional serta menjadikan bangsa yang mandiri dalam penguasaan IPTEK di bidang kelautan. Laboratorim ini dibangun di Surabaya (berlokasi di Kampus ITS). Proyek pembangunan laboratorium ini berlangsung mulai tahun 1982 hingga tahun 1993 dan peresmian pengoperasiannya dilakukan oleh Presiden RI pada tanggal 20 Juli 1995.

Sejak diresmikan tahun 1995, BPPH memiliki visi menjadi pusat unggulan litbangyasa teknologi hidrodinamika dan kemaritiman yang mandiri dan terpercaya di Indonesia dan di Asia Tenggara. Dalam menunjang visi tersebut BPPH telah memiliki berbagai sarana dan prasarana diantaranya Towing Tank yang merupakan terbesar di Asia Tenggara, Cavitation Tunnel, Maneuvering and Ocean Basin, Ship Model Workshop, Painting Shop, Mechanical Workshop dan Preparation Shop Model. BPPH didukung dengan sumber daya manusia dengan latar belakang tingkat pendidikan sebagai berikut, 7 orang dengan ijazah S3, 17 orang dengan ijazah S2, 47 orang dengan ijazah S1. 2 orang berijazah D3, dan 18 orang dengan latar pelakang pendidikan yang berbeda. BPPH juga tergabung dalam member International Towing Tank Conference (ITTC) tahun 1995.